Datangnya dan Perginya Karya AA Navis. Dalam artikel kali ini ada beberapa hal yang akan dibahas secara mendalam yaitu, Penentuan Latar Cerpen, Penentuan Peran dan Hubungan Antar Peran, Permasalahan Cerpen Secara Normatif, Permasalahan Cerpen Secara Fiktif, Permasalahan Cerpen Secara Objektif, dan Interpretasi Data.
KAMIâ KARYA AHMAD ALI NAVIS Alfian Setya Nugraha Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Hasyim Asyâari Jombang alfiansetyanugraha@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan menganalisis unsur intrinsik yang terdapat dalam Cerpen âRobohnya Surau Kamiâ karya A. A. Navis.
Ada tokoh Dali dalam cerpen A.A Navis membuat saya tergelak sekaligus tertawa, cerita yang dibawakan dengan kocak, namun juga serius. Rekomendasi dan jempol dua untuk penulis buku ini. Saya juga pernah membaca buku A.A Navis yang lain yakni Novel Kemarau. Baca juga: Dimuat di Koran, Beragama, Berikhtiar, Bekerja Keras dalam Novel Kemarau A.A Navis
Beliau lahir di kota Padang Panjang tanggal 17 November 1924. Beliau wafat di Padang tanggal 22 Maret 2003. "Penangkapan" bercerita tentang penangkapan dua sastrawan yang sebenarnya masih membutuhkan nafkah untuk istrinya. Dua orang ini sebenarnya tidak berperan penting pada aksi-aksi demo. Namun, keduanya selalu hadir di setiap terjadinya demo.
Sejarah sastra barangkali memang unik. Ia berbeda dengan sejarah umum. Fakta dan data sejarah sastra lebih bersifat dinamik, bergeser-geser; sedangkan fakta dan data sejarah umum cenderung bersifat statik, tetap. Tetapi justru karena kedinamikan itulah data sastra senantiasa âmeng-undangâ pembaharuan-pembaharuan sejarah sastra.
Tulisan ulasan tentang novel âKemarauâ karya A.A Navis ini tidak hendak membahas nasib sebagai sebuah kaidah langit dan bumi, tapi tulisan ini lebih ingin mempertimbangkan laku manusia menghadapi ânasibânya yang lebih sering tak sesuai.
Dalam kajian ini carita Damarwulan dipergunakan sebagai objek studi sastra secara struktural dalam rangka menguji-coba teori yang dikembangkan oleh ahli sastra Rusia, Vladimir Propp. Dalam teorinya, sebagaimana ditulis dalam Morphology of the Folktale (1975; edisi aslinya berbahasa Rusia Morfologija Skazki, 1928), Propp menitikberatkan
Di antara sekian banyak sastrawan Indonesia, yang pertama kali mempersoalkannya ialah Ali Akbar Navis (AA Navis) dalam ketiga karyanya, yakni cerpen "Robohnya Surau Kami", dan "Datangnya dan Perginya" (1956) dan novel Kemarau (1967). Ketiga karya ini, bila dilihat tema dan warnanya memiliki persamaan, yaitu warna keagamaan.
Pada cerpen Anak Kebanggan karya A.A. Navis tersebut merupakan sebuah cerpen yang mengangkat nilai sosial yang sarat akan makan yang patut untuk dijadikan perenungan bagi generasi muda saat ini, melalui tokoh utama yaitu Ompi yang berperan sebagai ayah, penulis menceritakan besarnya kasih sayang orang tua terhadap anak semata wayang yang begitu
Kajian Ekspresif Terhadap Novel Kemarau Karya AA Navis Authors : GG Sanubari, T Maslikatin, HSP Saputra SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik 22 (1), 24-31, 2021 2021 1 cited
VmRHk.