Bab3 Demokrasi dan Hak Asasi Manusia dalam Perspektif Alkitab . A. Belajar tentang Demokrasi dan HAM Melalui Cerita Kehidupan. Bab 4 Sikap Gereja terhadap Demokrasi dan Hak Asasi Manusia di Indonesia . A. Belajar dari Puisi . B. Hak Asasi Manusia Menurut Alkitab . C. Bagaimana Sikap Yesus Menyangkut Politik dan Kekuasaan . HarmonisasiHak dan BAB Kewajiban Asasi Manusia dalam Perspektif Pancasila. 1 Selamat ya, kalian sekarang sudah duduk di kelas XI. Kesuksesan itu sangat bergantung pada usaha kalian, terutama dalam mengatasi berbagai tantangan dan rintangan yang kalian hadapi di A Masyhur Effendi, 1994, Dimensi Dinamika Hak-hak Asasi Manusia Dalam Hukum Nasional dan Internasional, Graha Indonesia, Jakarta. Danny Wiradharma, 1996, Penuntun Kuliah Hukum Kedokteran, Binarupa Aksara, Jakarta. Djoko Prakoso dan Djaman Andhi Nirwanto, 1994, Euthanasia, Hak Asasi Manusia dan Hukum Pidana, Ghalia Indonesia, Jakarta. ANAKDIASPORA DALAM PERSPEKTIF HAK ASASI MANUSIA PENELITI: Ketua: Made Nurmawati,SH.MH NIDN : 0031036208 PROGRAM STUDI ILMU HUKUM FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS UDAYANA kewarganegaraan ganda tidak terbatas dan keterkaitannya dengan Hak Asasi Manusia (HAM), Bagi seseorang (suami/istri) maupun bagi anak, kewarganegaraan A Pengantar. Hak asasi manusia merupakan persoalan yang selalu diperdebatkan sepanjang masa. Sebagai remaja Kristen, kamu memiliki kewajiban untuk menghargai sesama manusia dan turut serta mewujudkan HAM dalam kehidupan sehari-hari. Pembahasan mengenai HAM dalam perspektif Alkitab bertujuan memberikan bimbingan pada kamu mengenai HAM yang 124Masalah Euthanasia, Hak Asasi Manusia Berdasarkan urain diatas, euthanasia sangat menarik sekali untuk dibicarakan terutma dalam konteks hak asasi manusia dan hukum pidana. Hal ini disebabkan perbuatan euthanasia bersinggungan langsung dengan moral agama dan hukum. II. Pembahasan. Kebangkitan kesadaran akan hak-hak asasi manusia khususnya Demokrasibukanlah hanya sebatas hak sipil dan politik rakyat, namun dalam perkembangannya demokrasi juga terkait erat dengan sejauh mana terjaminnya hak-hak ekonomi dan sosial budaya dari rakyatnya. Dengan demikian hak asasi manusia akan terwujud dan terjamin oleh negara yang demokratis dan demikian sebaliknya, demokrasi akan terwujud apabila Belihak asasi manusia dalam perspektif budaya Indonesia di Arbainbookstore. Promo khusus pengguna baru di aplikasi Tokopedia! Download Tokopedia App. Tentang Tokopedia Mitra Tokopedia Mulai Berjualan Promo Tokopedia Care. Kategori. Masuk Daftar. oppo a96 ms glow meja komputer masker PandanganAlkitab Tentang Hukuman Mati – NTU-ISCF. Makalah Mata Kuliah Pendidikan Agama Kristen Protestan. Kebudayaan Yang Sesuai Dengan Iman Kristen - PDFCOFFEE.COM. EVALUASI TEOLOGIS TERHADAP RASISME Made Nopen Supriadi madenopensupriadi@ The term race has been applied t. Q
Manusia sebagai ciptaan yang serupa dan segambar dengan Allah, pada hekekatnya memiliki harkat dan martabat yang muliBersamaan dengan itu, manusia memiliki hak asasi serta kewajiban yang harus dilaksanakan, serta sikap dan berperilaku menghargai dan menghormati orang lain sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan. iIj5. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Apakah pengertian demokrasi itu ?. Salah satu pokok bahasan penting dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen SMA adalah tentang nilai- nilai demokrasi. Siswa pada umumnya menjawab pengertian demokrasi dengan mengutip pendapat para ahli, menyimulkan bahwa demokrasi berasal dari bahasa Yunani Demos dan kratos. Demos artinya yaitu rakyat atau khalayak dan Kratos yaitu pemerintahaan, kekuasan. Jadi demokrasi adalah kekuasaan pemerintahan ditangan rakyat. Jawaban demikian secara pengetahuan sebenarnya tidak salah, namun masih membutuhkan penggalian berbagai prinsip penting yang menjelaskan bahwa demokrasi seharusnya adalah dipahami sebagai suatu proses pengambilan keputusan yang bijaksana dengan berbagai pertimbanagan untuk mencapai keadilan berdasarkan kebenaran. Kalau kita mau menelusuri latarbelakang tentang demokrasi sebenarnya bukanlah hasil ide pemikiran manusia melalui para ahli semata untuk mengatasi persoalan. Tetapi demokrasi sebenarnya adalah berasal dari konsep dan pemikiran agung dan mulia yang dianugerahkan oleh Tuhan dalam narasi konsep Alkitab. Demokrasi sebagai anugerah Allah memberikan pondasi pentingnya konsep yang benar, kualitas dan karakter manusia sebagai pelaku demokrasi yang memahami tujuan Allah dan konteks kebutuhan sesuatu yang dikerjakan bersama. Pertama keagungan demokrasi dalam kisah penciptaanDengan satu keyakinan bahwa Allah menciptakan manusia sebagai gambar dan rupa Allah Imago Dei . Sebagai gambar dan rup Allah maka manusia yang dilengkapi dengan akal budi, nalar, ilmu pengetahuan, perasaan dan kemauan yang selaras dengan kehendak Tuhan. Manusia ada didunia apapun profesinya adalah untuk menjalankan tugas dan tanggungjawab dan tujuan Allah di dunia yang disebut dengan Misio Dei. Dalam kemahakuasaanNya Allah memberikan mandate kekepada manusia untuk mengolah, mengelola alam. Allah berdialog dengan manusia dalam hal ini Adam dan Hawa yaitu mengkomunikasikan pemberian kebebasan bahwa semua buah dalam taman boleh kamu makan, tetapi juga ada larangan ketetapan bahwa buah pengetahuan yang jahat jangan kamu makan. Allah juga memberitahukan akibatnya jika melanggar ketetapanNya. Ketika menciptakan manusia yaitu Adam, dipandang Allah bahwa tidak baik manusia itu seorang diri maka diciptakanlah Hawa sebagai penolong. dalam mengerjakan mandate Allah. Betapa mulianya Hawa sebagai penolong berarti sebagai kawan untuk berdemokrasi, berdiskusi bekerjasama mengerjakan pekerjaan Tuhan. Betapa pentingnya orang lain diciptakan sebagai rekan kerja bagi kemuliaan Tuhan. Kedua, Kejatuhan manusia dalam dosa merusakan demokrasiAdam dan Hawa yang diciptakan sebagai gambar dan rupa Allah, namun dalam perjalanannya hidupnya melenceng dari tujuan Allah, tidak taat pada ketetapan Allah. Ketidaktaatan ini dipandang sebagai pemberontakan melawan Allah. Akal budi, pengetahuan dan perasaannya rusak yang lebih mementingkan keingininan diri sendiri. Adam dan hawa melakukan dialog demokrasi Tahu yang benar, tahu kebenaran namun justru yang dilakukan adalah yang salah. Dosa mengakibatkan rusaknya konsep diri menjadi malu. Dosa mengakibatkan rusaknya hubungan manusia dengan Tuhan yang dilakukan dengan mencoba bersembunyi. Dosa merusakan hubungan dengan sesame manusia dengan bersekongkol hal-hal yang tidak benar, saling menyalahkan, Kain dan Habel sebagai saudara tega melakukan pembunuhan. Kisah Menara Babel dimana ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rusak untuk mencari nama tidak untuk memuliakan Tuhan. 1 2 Lihat Humaniora Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kasus pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Haris Azhar dan Fatia terhadap Luhut Pandjaitan telah menjadi sorotan media dan masyarakat luas. Luhut, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, membawa perkara ini ke pengadilan dengan tuntutan pencemaran nama baik terhadap yang diadakan di Pengadilan Jakarta Timur pada hari ini 8/6 menyoroti isu penting tentang kebebasan berbicara dan pers yang sehat dalam demokrasi. Di satu sisi, Haris Azhar dan Fatia berpendapat bahwa mereka hanya menyampaikan kritik yang sah terhadap Luhut dan tindakan hukum yang diambil oleh Luhut merupakan upaya untuk membungkam kritik terhadap pemerintah. Di sisi lain, Luhut mengklaim bahwa dirinya telah dicemarkan nama baiknya oleh Haris Azhar dan Fatia dengan tuduhan yang tidak perspektif hukum, kasus ini menunjukkan pentingnya memahami batasan-batasan kebebasan berbicara dan pers dalam demokrasi. Kebebasan berbicara dan pers adalah hak asasi manusia yang harus dihormati dan dilindungi, tetapi juga harus dibatasi oleh undang-undang untuk mencegah penyebaran informasi yang salah atau merugikan orang lain. Pada kasus ini, Haris Azhar dan Fatia harus membuktikan bahwa kritik mereka terhadap Luhut didasarkan pada fakta yang benar dan bukan hanya sekadar opini atau tuduhan yang tidak berdasar. Sebaliknya, Luhut harus membuktikan bahwa dirinya telah dicemarkan nama baiknya oleh Haris Azhar dan Fatia dengan tuduhan yang tidak berdasar. Namun, dalam perspektif demokrasi, kasus ini juga menunjukkan pentingnya mempertahankan kebebasan berbicara dan pers sebagai bagian dari sistem yang sehat dan transparan. Kritik terhadap pemerintah dan pejabat publik harus diizinkan dan didukung sebagai bagian dari kontrol sosial yang diperlukan untuk menjaga akuntabilitas dan integritas pemerintah. Oleh karena itu, kritik yang dilakukan oleh Haris Azhar dan Fatia terhadap Luhut Pandjaitan dapat dianggap sebagai bentuk demokrasi jika didasarkan pada fakta yang benar dan bukan hanya sekadar opini atau tuduhan yang tidak hal ini, media dan jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan objektif tentang tindakan pemerintah dan pejabat publik. Masyarakat juga harus memiliki akses yang sama terhadap informasi dan kebebasan untuk menyampaikan kritik atau pendapat mereka tanpa takut akan tindakan hukum atau pencemaran nama baik Luhut Pandjaitan oleh Haris Azhar dan Fatia adalah contoh nyata dari kompleksitas isu kebebasan berbicara dan pers dalam demokrasi. Meskipun demikian, kita harus tetap mempertahankan prinsip-prinsip dasar demokrasi yang sehat dan transparan, termasuk kebebasan berbicara dan pers, kontrol sosial, akuntabilitas, dan integritas pemerintah. Lihat Hukum Selengkapnya Demokrasi Menurut Iman Kristen Apabila kita berbicara mengenai demokrasi, maka kita tidak dapat memisahkannya dengan negara. Dalam kisah Penciptaannya, negara memang tidak disebut. Walaupun demikian, Allah menciptakan manusia sebagai individu sekaligus mahluk sosial. Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, munculah fenomena yang lain. Di dalam kejadian 11 kita membaca tentang kelahiran bangsa-bangsa. Kisah ini segera diikuti oleh kejadian 12 mengenai pemilihan Abraham. Di bagian ini dikatakan bahwa Allah akan membentuk sebuah bangsa yang besar, bangsa plihan Allah sendiri. Tetapi, Israel kemudian tidak disebut sebagai “bangsa”, tetapi sebagai “umat”. “Umat” menekankan kasamaan kedudukan antara manusia, yang satu tidak menguasai yang lain sebab semuanya diikat oleh ketaatan kepada Allah saja. Dengan demikian, para ahli perjanjian Lama menyimpulkan bahwa “umat” adalah sebuah masyarakat teokratis yang demokratis. Dari uraian mengenai bangsa Israel, kita mengetahui bahwa pada awalnya pemerintahan teokratis yang dipimpin Allah mengandung gaya demokrasi. Kuncinya adalah di dalam sistem pemerintahan tersebut terdapat kesamaan kedudukan antar-manusia dan tidak ada yang saling menguasai. Inilah prinsip demokrasi. Inilah juga yang menjadi prinsip kristiani. Selama berabad-abad para politikus, flsuf, dan rohaniawan setuju bahwa kekristenan ibarat ibu yang melahirkan sistem demokrasi. Kekristenan memberi dasar konsep imago Dei dalam diri setiap manusia. Demokrasi mengaturnya dan mengakui persamaannya pada diri setiap manusia. Gregory Vlastos menjelaskan bahwa ada hubungan iman Kristen dan demokrasi. Dalam iman Kristen, demokrasi memiliki makna ketika kasih manjadi motivasi dan keadilan menjadi tujuan. Tradisi Kristen menekankan bahwa setiap manusia memiliki martabat untuk manjadi seorang pelaku moral yang bebas. Kebebasan itu diungkapakan dalam bentuk keputusan dan tindakan pribadi yang memungkinkan kehidupan bersama dapat berlangsung. Di samping itu juga manusia memiliki martabat sebagai seorang pekerja pelayan yang memungkinkan kehidupan bersama menjadi nyata. Menurut iman Kristen, kasih dapat dinyatakan bila setiap orang memberikan dirinya bagi pelayanan dalam masyarakat. Berdasarkan hal di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa setiap orang Kristen wajib berperan aktif dalam kehidupan demokrasi. Hal ini dapat diwujudkan antara lain dengan turut berpartisipasi aktif dalam pemilu, menjadi anggota partai politik, turut serta aktif dalam pengambilan keputusan yang mengatur kehidupan bersama, dan bentuk-bentuk kegiatan politik lainnya. Memang, haruslah diakui bahwa dalam pengambilan keputusan yang mengatur kehidupan bersama. Iman Kristen menegaskan bahwa semua kuasa berasal dan hanyan milik Allah. Kuasa adalah pemberian Allah yang harus dipertanggungjawabkan dalam pelayanan masyarakat. Oleh karena itu, setiap orang Kristen yang terlibat dalam berbagai kegiatan politik wajib menyuarakan suara kenabian. Suara kenabian itu didasarkan pada nilai-nilai universal, yaitu menegakkan keadilan, menyatakan kebenaran, menghormati kebebasan yang bertanggung jawab, memperjuangkan kesetaraan, dan mempraktikan kasih terhadap semua orang. HAM Hak Asasi Manusia Menurut Iman Kristen Pdt. Eka Darma Putera mengungkapkan bahwa HAM harus dikaji dalam dua konsep; 1. Kedaulatan Allah Yang Universal. Allah berdaulat atas manusia, HAM bersumber dari Allah, melanggar HAM berarti melanggar ketentuan Allah. Tidak ada satu lembagapun atau satu orang pun termasuk negaraberwenang membatalkan atau mengurangi hak-hak tersebut, kecuali Allah itu sendiri. Teolog sekaligus filsuf, Jurgen Moltman mengatakan, kedaulatan Allah didalam diri manusia mencakup; Dimensi individual martabatnya sebagai manusia; Dimensi sosial hidup kebersamaan dengan manusia lain;dan Dimensi futurologisnya kesempatan untuk memiliki masa depan. 2. Citra Allah Pada Diri Manusia. “Imago Dei”. Kej 127. Manusia secara unik memantulkan Allah di dalam kehidupannya. Manusia menampilkan Allah yang bermartabat, adil, benar, Allah yang bebas bertindak,dan kasih. Manusia mencerminkannya itu, yaitu Setiap orang diciptakan sama, bdk Galatia 328. Pelanggaran HAM. Pelanggaran hak asasi manusia adalah setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasukaparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hak hukum, mengurangi, menghalangi, membatasi, dan atau mencabut hak asasi manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang, dan tidak mendapat, ataudikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar. Pelanggaran HAM sesungguhnya dari awal dunia diciptakan sudah ada pelanggaran. Contoh Kain yang membunuh adiknya Habel Kej 4. Pelanggaran terhadap HAM, bearti pelanggaran terhadap ketetapan Allah. Kepentingan kelompok, kekuasaan dan keserakahan manusia. Zaman dulu pelanggaran HAM berupa perbudakan dan diskriminasi, sekarang sistemikmelalui peraturan atau perundang-undangan. Terbentuknya belum semua orang dapat mengemukakan pendapat mereka melainkan hanya laki-laki saja. Sementara itu, wanita, budak, orang asing dan penduduk yang orang tuanya bukan orang Athena tidak memiliki hak untuk itu. Di Indonesia, pergerakan nasional juga mencita-citakan pembentukan negara demokrasi yang berwatak anti-feodalisme dan anti-imperialisme, dengan tujuan membentuk masyarakat. Bagi Gus Dur, landasan demokrasi adalah keadilan, dalam arti terbukanya peluang kepada semua orang, dan berarti juga otonomi atau kemandirian dari orang yang bersangkutan untuk mengatur hidupnya, sesuai dengan apa yang dia inginkan. Masalah keadilan menjadi penting, dalam arti setiap orang mempunyai hak untuk menentukan sendiri jalan hidupnya, tetapi hak tersebut harus dihormati dan diberikan peluang serta pertolongan untuk mencapai hal tersebut. Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh “Negara” di “Dunia”. Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut Adanya keterlibatan warga negara rakyat dalam pengambilan keputusan “Politik”, baik langsung maupun tidak langsung perwakilan. Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat warga negara. Adanya “Persamaan Hak” bagi seluruh warga negara dalam segala bidang. Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum. Adanya “Kebebasan” dan “Kemerdekaan” bagi seluruh warga negara. Adanya pers media massa yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah. Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat. Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, adil untuk menentukan memilih pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat. Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan suku, agama, golongan, dan sebagainya.